Teruntuk sahabat-sahabatku,
Sahabat, mungkin terdengar sebagai satu kata yang biasa aja. Terasa berarti ketika seseorang merasa membutuhkan bahu untuknya menangis, tangan untuknya mengusap air mata, dan hati untuknya menenangkan.
Bagiku, sahabat lebih dari itu. Mereka adalah keluarga tak sedarah yang bahkan kehadirannya pun ku butuhkan melebihi aku membutuhkan adik, bahkan suamiku. Hanya kepada sahabat, aku bisa bercerita lepas tanpa mengkhawatirkan apakah jalan yang ku lakukan ini benar atau salah. Kalau pun jalan yang ku ambil ini salah, mereka tidak akan segan untuk mengawasi ku dari tempat yang jauh untuk membiarkanku menjalani jalanku sembari terus menuntunku, menarikku jika aku terjatuh ke dalam lubang jalanan tanpa meminta berbagai imbalan ketika ternyata jalan yang ku pilih adalah jalan yang ku inginkan. Mereka tahu bahwa aku adalah seorang wanita yang keras kepala yang selalu merasa jalan yang ku ambil adalah jalan yang benar sehingga aku memang seharusnya jatuh ke lubang dahulu, merasakan sakitnya terjatuh, dan baru akan sadar bahwa bukan itulah jalan yang seharusnya ku lewati.
Aku hanya memohon kepada Tuhan, tolong berikan lah selalu sahabat-sahabat ku umur yang panjang, kesehatan untuk selamanya, kebahagiaan untuk mereka dan orang-orang yang mereka sayangi, dan juga kesabaran penuh bagi mereka untuk selalu tahan dalam mendengar keluh kesah dan suka cita ku.
Lia







